Selasa, 16 Juni 2015

Mengenal lebih dalam tentang PIK Remaja



PIK -REMAJA
 
       PIK Remaja : Suatu Wadah kegiatan program GenRe  yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan penunjang lainnya.

Fokus Kegiatan Program PIK Remaja
·         Promosi pendewasaan usia kawin : utamakan sekolah dan berkarya/bekerja
·         Penyediaan informasi kesehatan reproduksi remaja seluas-luasnya melalui PIK Remaja/Mahasiswa
·         Promosi merencanakan kehidupan berkeluarga dengan sebaik-baiknya (kapan menikah, kapan mempunyai anak, berapa jumlah anaknya dsb)
 
Tujuan PIK Remaja
·         Memberikan informasi kesehatan reproduksi    kesehatan remaja.
·         Pendidikan keterampilan/ kecakapan hidup.
·         Pelayanan konseling dan rujukan.
·         Mengembangkan kegiatan-kegiatan lain yang khas dan sesuai minat dan kebutuhan remaja untuk mencapai tegar remaja keluarga untuki mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Kebijakan PIK-Remaja
·         Penundaan waktu menikah di usia dini
·         Menerapkan Perilaku Sehat & Tidak beresiko
·         Menjauhi dampak seksualitas, NAPZA, HIV & AIDS
·         Menjadi keluarga kecil yang bahagia & sejahtera
·         Menjadi Role Model bagi teman sebayanya

Kegiatan-kegiatan PIK-Remaja
·         Pemberian Informasi Langsung.
·         Pelatihan Internal & Eksternal Pengurus.
·         Rapat Koordinasi & Evaluasi Pengurus. Mengadakan acara-acara internal PIK.
·         Kegiatan Diskusi PS & KS.
·         Mengikuti kegiatan-kegiatan seputar acara PIK-Remaja.
·         Mengikuti perlombaan seputar PIK.
·         Promosi PIK.

Organizing Youth Centre
·         Tanggung Jawab & Komitmen Volunteer
·         Proses kerjasama & Pembagian tugas
·         Mencapai satu visi tertentu
·         Tugas & Peranan yang jelas (Struktur)

Konsep Ramah Remaja
·         Melibatkan para remaja secara aktif dalam mengelola program dan pemberian materi substansi GenRe
·         Memperhitungkan kebutuhan remaja dalam pelayanan informasi dan konseling secara spesifik
·         Memberikan informasi yang lengkap dan benar tentang program GenRe
·         Menyesuaikan waktu dan pelayanan sesuai dengan waktu luang remaja

Pengelola PIK-R harus
·         Memperlakukan remaja sebagai mitranya
·         Menghormati hak-hak reproduksi dan menjamin kerahasiaan pribadi remaja
·         Mendapatkan pelatihan sesuai dengan bidangnya
·         Menyediakan waktu yang  cukup untuk berinteraksi dengan remaja

Kegiatan dan jenis pelayanan mesti
·         Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang melibatkan para remaja dalam MERENCANAKAN, MELAKSANAKAN, dan MENGEVALUASI
·         Pelayanan yang terpisah antara remaja dan orang dewasa serta tidek membeda-bedakan klien
·         Menyediakan pelayanan disamping pelayanan GenRe (khusus tahap TEGAR)
·         Suasana PIK-R tidak formal
·         Merujuk klien yang permasalahannya tidak dapat ditangani



Pengertian Pusat Informasi dan Konseling



Apa itu PUSAT INFORMASI dan KONSELING?
Adalah suatu wadah kegiatan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja) yang dikelola dari oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. PIK Remaja adalah nama generik. Untuk menampung kebutuhan program PKBR dan menarik minat remaja datang ke PIK Remaja, nama generik ini dapat dikembangkan dengan nama-nama yang sesuai  dengan kebutuhan program dan selera remaja setempat.
·      
    Apa itu PIK ‘GERHANA” SMK Negeri 36 Jakarta ?

PIK Gerhana SMK Negeri 36 Jakarta adalah Pusat Informasi dan Konseling yang ada di SMK Negeri 36 Jakarta, Gerhana adalah Gerakan Himbauan Taruna. PIK SMK Negeri 36 Jakarta merupakan Organisasi yang berada dibawah naungan guru BK yang bertujuan untuk menjadi jembatan antar beberapa murid yang masih segan dengan guru BK dan PIK juga sebagai pusat informasi seputar masalah yang sering dihadapi oleh remaja.

Makna “Pusat Informasi dan Konseling”
       Pusat informasi berarti kami para anggota PIK adalah sumber Informasi, Informasi tentang Masalah  yang sering dijumpai oleh remaja dan juga PIK secara tidak langsung telah resmi menjadi anggota BKKBN. PIK Juga sebagai pusat informasi tentang kespro, napza, PUP dan yang lainnya yang bersangkutan dengan Remaja. 
       Konseling  adalah pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dng menggunakan metode psikologis atau pengarahan. berarti PIK bisa memberikan bimbingan kepada para remaja. Mungkin konseling tentang masalah pribadi atau masalah umum. Mungkin sebagian orang masih segan untuk bercerita dengan guru BK Jadi Kami PIK SMK  Negeri 36 Jakarta dapat berperan sebagai konselor sebaya.

Apa tujuan PIK?
       memberikan informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR),
       pelayanan Konseling dan Rujukan KRR,
       mengembangkan kegiatan yang khas sesuai minat dan kebutuhan remaja,
       menciptakan remaja yang berprilaku sehat dan terhindar dari resiko seks bebas, HIV/AIDS, NAPZA mencapai generasi yang berkualitas.

Manfaat PIK-Remaja
                Menciptakan konselor remaja, konselor sebaya sehingga mampu memberikan konseling terhadap remaja maupun mahasiswa yang bermasalah sehingga informasi yang didapatkan oleh mereka merupakan informasi yang tepat  

Fakta Tentang Kecanduan



Kita semua telah mendengar tentang selebriti yang kecanduan narkoba dan akhirnya berakhir di klinik rehabilitasi dan kini banyak orang di masyarakat telah memiliki setidaknya satu kenalan yang terlibat dengan gangguan penyalahgunaan zat adiktif ini. Hal ini membuat beberapa kesalahan konsep di masyarakat sekarang ini. Narkoba telah menembus ke pelosok golongan masyarakat dari yang paling kaya sampai yang paling miskin.
Dalam banyak kasus beberapa orang yang terlibat dengan obat-obatan, perjudian dan hiburan adiktif lainnya memang membuat sebuah masalah yang lebih buruk dikehidupan mereka. Jika kita benar-benar mengkhawatirkan isu ini maka kita seharunya belajar tentang hal tersebut setidaknya tentang pengetahuan dasar dari apa yang menyebabkan hal ini terjadi pada mulanya dan memperdalam pemahaman kita tentang apa yang terjadi pada mereka yang terlibat langsung.

1. Gerakan D.A.R.E

Gerakan D.A.R.E merupakan sebuah program untuk remaja yang mendukung gerakan anti narkoba. D.A.R.E merupakan singkatan dari ‘Drug Abuse Resistance Education’ sebuah pendidikan untuk remaja agak mereka terhindar dari segala jenis zat adiktif. Dibentuk oleh mantan perwira polisi dengan bantuan sekolah Los Angeles, gerakan ini menjamah siswa-siswi sekolah yang berpotensi sebagai pecandu narkoba. Kelompok ini menjadi gerakan remaja untuk ‘berkata tidak pada narkoba’ mereka menjadi dasar bagi kalangan remaja untuk menjauhi narkoba. Di sini remaja akan diajari tentang bahaya narkoba tetapi juga mengajarkan jika obat-obatan ini selalu ada di sekitar kita dan bagaimana menghindarinya dengan terus aktif dikegiatan positif.
Kelompok ini juga berusaha meningkatkan pandangan menghargai diri sendiri pada remaja agar mereka memiliki kepercayaan diri, serta aktif untuk berkegiatan yang positif. Program ini juga membimbing beberapa remaja yang telah memiliki kemungkinan terkait narkoba karna pergaulan dengan rekan-rekannya. Program ini dinilai sangat baik, meski dampaknya belum begitu besar menanggulangi masalah narkoba pada remaja.

2. Masalah Tersembunyi Dari Kecanduan

Salah satu penyebab terbesar dari kecanduan sebenarnya tidak sepenuhnya berasal dari banyaknya bahan kimia pada produk itu sendiri, tetapi ada faktor lingkungan di mana pecandu hidup dan keadaan emosi kehidupan mereka. Ini menjadi pernyataan baru jika seseorang terbebas dari obat tapi penyebab dasarnya tidak ditangani maka mereka sering hanya beralih kekecanduan mereka terhadap sesuatu yang lain. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang telah pergi ke rehabilitasi klinik dan berhasil menghilangkan kecanduan mereka terhadap obat yang mematikan tapi kemudian kembali kecanduan dengan obat-obatan lagi.
Psikiater Dr Gregory Collins, seorang spesialis pemulihan kecanduan narkoba di Cleveland, Ohio, berpendapat bahwa mungkin ada sebanyak satu dari empat pecandu narkoba yang baru saja berhenti dari kecanduan akan beralih ke zat yang berbeda. Dr. Collins mempelajari pendekatan yang melibatkan pemahaman alasan utama pecandu untuk menggunakan obat atau mengambil bagian dalam perilaku adiktif lainnya dengan benar-benar mengakhiri masalah yang mengganggu mereka. Sepertinya memang penting untuk menyelesaikan masalah yang menjadi dasar alasan pecandu terus memilih untuk ketergantungan pada obat, rokok maupun alkohol.

3. Pesta Minum dan Alkoholisme

Banyak orang beranggapan bahwa alkoholisme ditandai dengan pesta minuman keras atau minum berat sepanjang minggu. Di sisi lain, ada laporan baru-baru ini di Internet mengklaim bahwa sebagian besar peminum tidak benar-benar seseorang yang mencandu pada alkohol. Kedua pernyataan ini memang tidak ada yang salah, tapi beberapa studi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi alkohol berlebihan hanya sekitar 10 persen benar-benar sebagai pecandu alkohol. Minum berlebihan dihitung dari takaran minum, 5 gelas untuk laki-laki dan 4 gelas untuk perempuan atau 15 gelas minuman dalam seminggu untuk pria dan lebih dari 8 gelas untuk perempuan.
Namun masyarakat memberikan istilah ‘ketergantungan alkohol’ atau ‘kecanduan’ kecuali pada kriteria peminum dengan kecanduan yang sangat serius dari takaran di atas. Beberapa studi mengingatkan bahwa hanya karena peminum yang berlebihan bukanlah seorang pecandu alkohol tidak berarti kehidupan mereka tidak terkena dampak negatif dari kecanduan alkohol mereka. Bahkan, para peneliti mengingatkan bahwa banyak peminum jika mereka telah melampaui batas peminum secara normal dan ini bisa berdampak pada masalah kehidupan mereka. Efek merugikan pada pecandu alkohol memang tidak hanya dirasakan pada tubuh dan kesehatan namun juga berdampak pada kehidupan pecandu alkohol yang bisa condong ke arah negatif. Sepertinya terlalu sia-sia untuk kecanduan pada sebuah zat yang bisa mengacaukan hidup kalian.

4. Pecandu Ganja

Kebanyakan orang tidak akan mempertimbangkan jika ganja menjadi obat yang sangat berbahaya. Dan studi hingga hari ini telah menjelaskan tentang bagaimana ganja mempengaruhi orang dalam jangka panjang. Menurut beberapa penelitian gejala kecanduan pada ganja dapat meliputi kesulitan tidur, peningkatan rasa cemas, terlalu gelisah, mudah tersinggung, dan nafsu makan menurun.
Gejala dilaporkan dapat terlihat cukup buruk bagi sebagian orang karna langsung membuat mereka kehilangan fungsi kesadaran, namun ini yang membuat mereka lebih mungkin untuk kambuh untuk mencoba lagi dan menggunakan lebih di masa depan. Ganja memang tidak berada di tingkat berbahaya seperti obat keras lainnya, tetapi penting untuk diingat hidup tidak untuk dijalani dengan penuh kecanduan dan penderitaan.

5. Penyebab Kecanduan Sebenarnya


Kebanyakan orang berpikir bahwa kecanduan adalah hasil dari perubahan kimia yang dibuat dalam otak. Obat ini memicu pusat kesenangan otak dan membuatnya ingin lebih dan lebih sampai otak mulai mengubah bentuk dan menyesuaikan. Sampai akhirnya otak menjadi pecandu dan jasad kita menjadi zombie tanpa otak. Namun, menurut Johann Hari penulis ‘Chasing The Scream’, kecanduan sebenarnya hampir tidak memiliki hubungan dengan obat sama sekali. Dalam sebuah artikel untuk The Huffington Post, Johann menulis dari sebuah penelitian yang dilakukannya pada tahun 1980-an yang melibatkan tikus. Dalam studi tersebut, tikus ditempatkan dalam kandang terisolasi dengan dua botol air, yang dicampur dengan kokain atau heroin dan yang lain dengan air biasa. Penelitian ini menemukan bahwa tikus akan menjadi kecanduan dan terus menyalahgunakan sampai menyebabkan kematian.
Johann kemudian mengutip studi lain yang dimaksudkan untuk menyangkal teori sebelumnya. Dalam studi baru, tikus yang diberi tambahan obat kemudian dimasukkan ke dalam kandang tikus, dengan banyak mainan dan tambahan tikus di dalamnya. Tak lama, tikus pecandu narkoba tidak lagi mengalami kecanduan, bahkan jika mereka masih bisa melihat obat-obatan tersebut. Ia juga mengutip fakta bahwa sekitar 20 persen dari tentara di Vietnam menjadi kecanduan heroin saat berperang, tetapi 95 persen dari mereka berhenti menggunakan tanpa masalah serius setelah kembali ke rumah. Ia berpendapat bahwa sebenarnya penyebab kecanduan bukanlah obat itu sendiri, meskipun perubahan biologis yang disebabkan oleh obat dapat menjadi faktor pendukung kecanduan. Dapat disimpulkan jika kecanduan dapat disembuhkan dengan membuat hubungan yang tepat dengan sekitar, seperti bergerak aktif dalam tiap kegiatan sehingga mengalihkan pada kecanduan obat.

6. Kecanduan Judi Online
Kita semua tahu iming-iming kasino, dan banyak orang tahu setidaknya beberapa trik yang digunakan untuk membuat orang tergila-gila dengan judi. Misalnya, beberapa orang pecinta judi biasanya tidak memiliki waktu untuk bermain judi dan penyedia judi akan membuat tindakan persuasif untuk mengajak orang-orang untuk tetap datang dengan waktu sempit yang mereka miliki, seperti memberi minuman gratis,pelayanan ekstra dalam kasino dan membuat terobosan dengan judi online.
Judi pada dasarnya bisa menjadi bentuk kecanduan yang sangat serius selain dari penyalahgunaan obat keras. Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa perjudian online ternyata sama membuat kecanduan sama halnya dengan kasino. Di Amerika Serikat, sebagian besar judi online sudah tidak ada lagi karena hukum ketat yang mengatur hal itu. Tapi Inggris memungkinkan perjudian online beriklan dan membuat perjudian meningkat di negara ini. Namun, angka-angka yang benar-benar menyedihkan adalah statistik perjudian secara langsung dan perjudian online dan hubungannya dengan kecanduan. Menurut laporan, ada peluang sebesar 5% kecanduan yang akan merusak hidup dengan perjudian yang dilakukan secara online dan hanya 0,5% jika dilakukan dalam bentuk langsung. Hal ini membuktikan jika bentuk yang lebih mudah diakses dari kehidupan sehari-hari sebenarnya sulit untuk dihentikan.

7. Ketergantungan Pada Obat Belum Tentu Kecanduan

Sebenarnya ada hubungan yang cukup baik antara kecanduan dan ketergantungan fisik. Banyak orang keliru menyamakan keduanya, berpikir bahwa jika seseorang bergantung pada obat mereka harus kecanduan. Sayangnya, pemikiran ini benar-benar disampingkan dari sifat kecanduan. Alasan kecanduan sangat sulit untuk dipahami adalah karena tidak ada satu set perilaku yang tepat membuat seseorang dikategorikan sebagai pecandu.
Pecandu bisa dengan mudah menjadi kekacauan total, tapi seseorang juga bisa dalam keadaan kambuhan yang terkadang mencandu dan terkadang tidak. Untuk benar-benar bebas dari candu obat-obatan, umumnya harus mencoba untuk berhenti beberapa kali sampai akhirnya bersih berhenti total dari kecanduan. Tapi kesadaran dan niat menjadi landasan utama. Setidaknya anda harus tahu jika obat ini akan mengacaukan hidup atau kesehatan tubuh kalian. Entah itu obat-obatan atau perilaku tertentu, ini adalah kriteria yang nyata untuk kecanduan. Ketergantungan berarti telah membangun toleransi terhadap obat dan mungkin memiliki beberapa gejala penarikan diri ketika berhenti menggunakannya. Memang perlu pendekatan psikologis untuk mengisi kekosongan dalam hidup. Ini adalah alasan banyak orang dapat mengambil obat untuk rasa sakit selama mencoba berhenti dari kecanduan mereka.

Itu tadi 7 hal yang perlu diketahui sebagai orang awam tentang ‘kecanduan’. Mungkin ada korban di antara kalian yang menderita karna kecanduan dengan obat-obatan, jangan langsung menyalahkan dan cobalah untuk mendekatinya dengan tujuan membuatnya berubah jadi baik.

Pengertian Narkoba



Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif .
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Pada saat ini (2015) terdapat 35 jenis narkoba yang dikonsumsi pengguna narkoba di Indonesia dari yang paling murah hingga yang mahal seperti LSD. Di dunia terdapat 354 jenis narkoba.

Pengertian

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). 
Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:
  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
  • Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
  • Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Penyebaran
Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Kelompok Berdasarkan Efek
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
Halusinogen, yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Contohnya kokain & LSD.
Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
Depresan, yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang menimbulkan kecanduan. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak. Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Jenis
  • Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid. Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
  • Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.
Pemanfaatan

Ganja
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Morfin
Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.

Kokain
Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

Narkotika
Narkotika berasal dari bahasa Inggris "narcotics" yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:
Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu
Codein atau Kodein
Methadone (MTD)
LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs
PC
mescalin
barbiturat
Demerol atau Petidin atau Pethidina
Dektropropoksiven
Hashish (Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa kematian)

Psikotropika
Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:
  •   Ekstasi atau Inex atau Metamphetamines
  •    Demerol
  •    Speed
  •     Angel Dust
  •      Sabu-sabu (Shabu/Syabu/ICE)
  •      Sedatif-Hipnotik(Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum
  •      Megadon
  •      Nipam
Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.

Zat adiktif
Zat Adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin. Contohnya antara lain:
  •  Alkohol
  • Nikotin
  • Kafein
  •  Zat Desainer